EXT. TAMAN KAMPUS - PAGI
ARIN dan RONI duduk di salah satu bangku di bawah pohon yang rindang. ARIN membuka catatan. RONI duduk di sampingnya sambil menggigit donat.
RONI
Ai, donatnya dimakan, dong!
ARIN
Ntar, deh!
RONI
Jawabanmu ada yang salah? Kok kayaknya sejak keluar ruang ujian lo kusut banget. Apa catatanku nggak lengkap?
Arin meraba-raba ke dalam tasnya. Mengeluarkan rokok lalu menyalakannya.
ARIN
Satu nomor kayaknya salah. Gue nggak tahu salah catatan kamu atau apa. Kamu sendiri tadi bisa?
Roni mengangkat bahu.
ARIN
Kayaknya kamu nggak semangat.
RONI
Kompetisi sebentar lagi.
ARIN
Tim udah latihan maksimal, kan?
RONI
Iya.
Arin menutup buku catatan.
ARIN
Kalau aku boleh nebak, kamu sepertinya tidak begitu memiliki harapan besar untuk menang. Kamu bawa nama universitas, masa harus mengecewakan? Kamu cerita sama aku problem kamu apa, setidaknya kamu nggak naggung beban sendirian.
RONI
Nggak ada masalah, Ai.
ARIN
Kita temenan udah lama. Aku hapal betul gimana kalau kamu lagi punya masalah. Aku memang nggak janji bisa bantu, setidaknya aku bisa ngasih kamu semangat. Itu aja.
RONI
Kalau aku minta sesuatu dari kamu, belum tentu kamu akan mengabulkan. Buat apa aku ungkapkan?
ARIN
Permintaanmu apa?
Roni menggeleng.
ARIN
Hayo, udah main rahasia-rahasiaan, ya?
RONI
Kamu janji bisa menuhin permintaanku?
ARIN
Jangan minta kawin.
RONI
(tertawa)
Bukan, kok. Apa kamu bisa datang waktu kompetisi nanti?
ARIN
Ng...
RONI
Nggak bisa?
ARIN
Aku tanya Alan dulu. Kemungkinan besar dia bisa ngijinin tapi pasti ada ganti ruginya. Hanya itu, nggak ada yang lain?
RONI
Untuk sementara itu dulu. Hubungi aku segera kalau kau bisa. Nanti biar aku yang antar-jemput.
ARIN
Nanti sore aku telfon kamu.
CUT TO: